← Semua Berita & Pers Global
Sekolah & Remaja 2026-10-04 5 mnt baca

Kata Tahun Ini Oxford 2024: "Brain Rot" (Pembusukan Otak) dan Bahaya Konsumsi Konten Dangkal

Oxford University Press menobatkan istilah "brain rot" sebagai Word of the Year 2024 setelah pemungutan suara yang diikuti 37 ribu orang. Istilah ini mencerminkan keresahan massal terhadap banjir konten algoritmik berkualitas rendah di media sosial yang menumpulkan daya pikir manusia.

📰
Sumber Berita: Oxford University Press (Lihat Sumber Asli ↗)

Penerbit Universitas Oxford secara resmi memilih frasa "brain rot" (pembusukan atau kemunduran kapasitas otak) sebagai Word of the Year tahun 2024. Pilihan ini dipandang oleh para sosiolog sebagai wujud kegelisahan masyarakat luas terhadap dampak konsumsi konten digital daring yang dangkal terhadap ketajaman berpikir.

Oxford University Press mengumumkan keputusan ini pada 2 Desember 2024. Penentuan pemenang melibatkan pemungutan suara publik oleh lebih dari 37 ribu peserta di seluruh dunia serta analisis mendalam korpus linguistik oleh tim leksikografer. Istilah ini mengungguli kata-kata finalis lain seperti "demure", "dynamic pricing", "lore", "romantasy", dan "slop".

Berdasarkan definisi resmi kamus Oxford, brain rot diartikan sebagai "dugaan kemunduran kondisi mental atau intelektual seseorang, terutama sebagai akibat dari konsumsi berlebihan materi yang dianggap sepele, dangkal, atau tidak menuntut pemikiran analitis di internet". Ungkapan ini juga digunakan untuk menyebut konten-konten receh yang memicu efek tersebut. Kata "dugaan" (supposed) memperjelas bahwa brain rot bukanlah diagnosis medis patologis, melainkan konstruksi budaya yang digunakan masyarakat untuk melabeli keresahan kognitif mereka sendiri. Menurut data leksikal Oxford, frekuensi penggunaan istilah ini melonjak 230% dari tahun 2023 ke 2024, terutama dipicu oleh video TikTok di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Menariknya, catatan tertulis pertama frasa ini terlacak pada tahun 1854 dalam buku klasik Walden karya Henry David Thoreau, ketika sang filsuf mengkritik kecenderungan masyarakat mengabaikan gagasan-gagasan agung demi mengejar hal-hal yang remeh-temeh.

Naiknya brain rot dari bahasa gaul internet menjadi kata tahunan menunjukkan bahwa kekhawatiran akan degradasi mental tidak lagi terbatas pada para akademisi atau pendidik. Istilah ini paling sering disuarakan oleh para remaja yang menjadi konsumen utama konten tersebut, menandakan adanya kesadaran kritis dan otokritik terhadap kebiasaan mereka sendiri.

Seseorang yang menghabiskan waktu berjam-jam menonton rentetan video tanpa makna mendapati dirinya kesulitan menyusun kalimat saat bercerita kepada temannya di penghujung hari. Kata-kata sulit keluar dan alur pikirannya berhamburan. Dengan tertawa ia berkata "otakku rasanya busuk"; namun jauh di lubuk hatinya, ia tahu bahwa ada hal yang tidak beres dengan kejernihan berpikirnya.

Gantikan sebagian konsumsi media Anda dengan konten yang menantang akal budi: membaca buku nonfiksi, mendengarkan siniar mendalam, atau menyimak dokumenter ilmiah. Hapus pintasan aplikasi video pendek dari layar utama ponsel Anda, dan biasakan untuk menuliskan atau menceritakan satu hal bermanfaat yang Anda pelajari setiap hari.

Istilah "brain rot" mungkin terdengar jenaka, namun keresahan di baliknya sangat nyata. Lindungi kejernihan berpikir Anda dengan menetapkan batasan tegas terhadap tayangan kosong. Bersama Limitra App Block, kunci tayangan algoritmik tanpa henti selama jam belajar dan bekerja, serta alihkan waktu Anda untuk berkarya dan belajar secara bermakna.

Tag Terkait:
#Brain Rot#Oxford Word of the Year#Pembusukan Otak#Konten Algoritmik#Konsumsi Digital#Kesehatan Mental#Limitra App Block
EKOSISTEM DISIPLIN DIGITAL LIMITRA

Ambil Kendali Batasan Digital Anda Hari Ini

Jangan melawan algoritma adiktif hanya dengan kemauan keras. Pilih alat Limitra yang sesuai kebutuhan Anda:

Tegas • Privasi Offline

Limitra App Block

Tanpa sandi yang bisa diakali, tanpa tombol tunda. Mesin aturan ketat di perangkat untuk memblokir distraksi.